PIKIRAN

Bersatu Tidak Berarti Harus Bersepakat dalam Semua Hal

Bahkan dengan darah daging kita sendiri, kita tidak bisa bersepakat dalam semua hal.

Saya agak miris melihat terbelahnya masyarakat akhir-akhir ini. Ya, terbelah identik dengan hanya terbagi menjadi dua kubu. Asal muasalnya tentu kita tahu dan tidak perlu dijelaskan lagi. Cebong dan Kampret, begitulah dua kubu ini sering disebut.

Anehnya, makin lama setelah terbelah, perbedaan di antara kedua kubu ini makin tajam. Keduanya menjadi kubu yang saling berlawanan dan seakan-akan di internal kubu tersebut selalu bersepakat dalam semua hal. Pokoknya asal kelompok Cebong berpendapat X dalam suatu hal, maka siapapun yang kelompok Kampret harus berpendapat Y. Lalu mulailah gontok-gontokan.

Mulai dari urusan milih presiden, milih gubernur, urusan kali, MRT, putusan MK, bahkan terakhir soal vaksin. Bahkan nih ya, jika ada yang biasanya satu pendapat dengan kelompok Kampret lalu suatu saat punya pandangan berbeda, maka dia akan auto-Cebong! Sebaliknya pun begitu, auto-Kampret! Kemudian diserang ramai-ramai. Continue reading “Bersatu Tidak Berarti Harus Bersepakat dalam Semua Hal”

Advertisements
PIKIRAN

Titip Absen? Cari Alasan Logis, Yuk!

Titip absen (TA) sebenarnya tentu tidak perlu didefinisikan lagi. Kita, mahasiswa -bahkan dosen, sepakat bahwa tindakan ini ada di kampus kita. Beberapa orang yang membaca tulisan ini bahkan mungkin pernah melakukannya dan beberapa waktu lalu sempat santer terdengar ada kasus TA yang tertangkap basah oleh dosen. Hanya saja, demi kesamaan persepsi, mari kita definisikan saja sebagai tindakan seorang mahasiswa(i) yang meminta temannya mengisi presensi untuk dirinya pada saat dia tidak bisa hadir dalam sebuah perkuliahan. Apabila yang terjadi adalah seseorang di dalam kelas berinisiatif mengisi presensi temannya yang tidak hadir tanpa diminta, hal tersebut di luar bahasan tulisan ini.

Seperti yang mungkin sudah dikira para pembaca, Continue reading “Titip Absen? Cari Alasan Logis, Yuk!”

KEUANGAN NEGARA, PIKIRAN

Urgensi Revisi Halaman III DIPA di Awal Tahun Anggaran

tulisan ini juga bisa dibaca di website Kementerian Keuangan

Mungkin masyarakat umum belum terlalu familiar dengan Halaman III Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). DIPA sendiri secara sederhana adalah dokumen yang berisi rencana program sebuah satuan kerja (Satker) selama satu tahun yang diterjemahkan dalam angka-angka rupiah. Artinya, angka-angka tersebut tidak boleh hanya dimaknai sebagai uang siap pakai, tetapi sebuah rencana kegiatan dalam satu tahun yang pendanaannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam proses perencanaan APBN, Indonesia melakukan dua proses sekaligus, yaitu bottom-up dan top-down. Proses bottom-up diwujudkan dengan diberikannya kesempatan kepada satuan keuangan terkecil yaitu Satker untuk mengusulkan rancangan DIPA tahun berikutnya. Usulan dari seluruh Satker di Indonesia tersebut kemudian diharmonisasi di tingkat Kementerian Negara/Lembaga (K/L) bersama Menteri Keuangan (Menkeu) selaku Bendahara Umum Negara dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Continue reading “Urgensi Revisi Halaman III DIPA di Awal Tahun Anggaran”